JAMBI — Ketua Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Provinsi Jambi, Rizkan Al Mubarrok, melontarkan kritik tajam terhadap arah kebijakan Pemerintah Kota Jambi, khususnya dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan keberpihakan nyata kepada rakyat di tengah tekanan ekonomi yang kian berat.
Rizkan menegaskan, rakyat Kota Jambi saat ini tidak sedang membutuhkan kemegahan acara, baliho pencitraan, atau rutinitas seremonial pemerintahan.
Yang dibutuhkan rakyat adalah kebijakan konkret yang langsung menyentuh kebutuhan hidup sehari-hari,mulai dari stabilitas harga kebutuhan pokok, penciptaan lapangan kerja, hingga pelayanan publik yang adil dan manusiawi.
“Kota Jambi harus jujur bercermin. APBD itu uang rakyat. Tapi yang sering dirasakan rakyat justru bukan manfaatnya, melainkan sisa-sisa kebijakan yang tidak menyentuh dapur mereka,” tegas Rizkan.
Belanja Seremonial dan Ironi di Tengah Kesulitan Rakyat
Secara khusus, Rizkan menyoroti pos belanja seremonial dan perjalanan dinas yang selama ini kerap menyedot anggaran besar, namun minim dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, di saat rakyat dipaksa bertahan hidup dengan pendapatan pas-pasan, pola belanja seperti ini menjadi ironi yang menyakitkan.
“Rakyat diminta berhemat, UMKM dipaksa bertahan sendiri, tapi belanja seremonial dan perjalanan dinas masih sering terlihat longgar. Ini ketimpangan moral dalam pengelolaan anggaran,” ujarnya.
Temuan BPK Bukan Arsip Mati
Rizkan juga mengingatkan bahwa Kota Jambi memiliki catatan serius dalam laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada masa pemerintahan sebelumnya, dengan ribuan temuan terkait tata kelola keuangan dan administrasi. Fakta tersebut, menurutnya, bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan alarm keras agar kesalahan serupa tidak kembali terulang.
“Temuan BPK itu bukan angka mati. Di balik setiap temuan, ada hak rakyat yang tertunda, ada pembangunan yang tidak maksimal, ada pelayanan publik yang terganggu,” katanya.
Audit Keberpihakan: Ukur Program dari Manfaatnya
Ketua AWNI Jambi itu menilai efisiensi APBD harus dimulai dengan audit keberpihakan, yakni menilai setiap program pemerintah dengan satu pertanyaan mendasar: apakah benar-benar menyentuh rakyat, atau hanya menguntungkan birokrasi.
Program-program yang tidak berdampak langsung, menurut Rizkan, sudah seharusnya dipangkas dan dialihkan ke sektor-sektor yang lebih mendesak.
“Kurangi rapat-rapat seremonial, pangkas perjalanan dinas yang tidak urgent, hentikan pemborosan simbolik. Alihkan anggaran ke sektor ekonomi rakyat, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial,” tegasnya.
Pers sebagai Penjaga Akal Sehat Kekuasaan
Sebagai insan pers, Rizkan menegaskan bahwa AWNI tidak akan berhenti menjalankan fungsi kontrol. Kritik terhadap pengelolaan APBD Kota Jambi, menurutnya, adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan daerah, bukan permusuhan terhadap pemerintah.
“Kalau pemerintah alergi terhadap kritik, itu tanda ada yang salah. Pers hadir untuk memastikan kekuasaan tidak berjalan tanpa pengawasan,” ujarnya.
Rakyat Butuh Keadilan Anggaran, Bukan Pidato
Rizkan juga menyinggung bahwa kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kota Jambi hanya bisa dipulihkan melalui kerja nyata, bukan klaim sepihak atau pencitraan. Rakyat, katanya, sudah terlalu sering mendengar janji, namun terlalu jarang merasakan perubahan yang konkret.
“Rakyat Kota Jambi tidak butuh pidato panjang, tidak butuh penghargaan pejabat. Yang mereka butuhkan adalah keadilan anggaran dan kebijakan yang benar-benar berpihak,” ucapnya.
Ukur Keseriusan dari Keberanian Memangkas Kenyamanan
Di akhir pernyataannya, Rizkan Al Mubarrok menegaskan bahwa keseriusan pemerintah diukur dari keberaniannya memangkas kenyamanan birokrasi demi kesejahteraan rakyat. Jika APBD dikelola dengan nurani dan akal sehat, ia yakin Kota Jambi mampu keluar dari lingkaran persoalan yang selama ini terus berulang.
“Berhenti boros untuk simbol kekuasaan. Mulailah bekerja untuk rakyat. Itu satu-satunya jalan agar Kota Jambi benar-benar maju dan berkeadilan,” pungkasnya.