Peringatan Hari Internasional Penerimaan Dunia menjadi momentum refleksi penting bagi seluruh umat manusia untuk kembali meneguhkan nilai persaudaraan, toleransi, dan penghormatan terhadap martabat sesama tanpa memandang perbedaan apa pun.
Ketua Dewan Perwakilan Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Sumatera Raya, Rizkan Al Mubarrok, menyampaikan ucapan sekaligus pesan kebangsaan agar peringatan Hari Internasional Penerimaan Dunia dimaknai secara mendalam sebagai fondasi membangun masyarakat yang adil, rukun, dan berkeadaban.
“Hari Internasional Penerimaan Dunia mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan kekuatan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menerima, menghormati, dan merangkul seluruh warganya dengan penuh kemanusiaan,” ujar Rizkan Al Mubarrok.
Ia menegaskan bahwa penerimaan terhadap sesama manusia merupakan nilai universal yang sejalan dengan jati diri bangsa Indonesia, yang sejak awal berdiri di atas prinsip kebhinekaan dan persatuan. Menurutnya, sikap saling menerima adalah kunci utama dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Sebagai pimpinan organisasi wartawan, Rizkan Al Mubarrok juga menekankan peran strategis insan pers dalam merawat nilai-nilai penerimaan dan toleransi. Media, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi secara berimbang, mencerahkan, dan tidak memprovokasi perpecahan di tengah perbedaan.
“AWNI berkomitmen untuk terus mendorong jurnalisme yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, etika, dan persatuan. Pers harus menjadi penyejuk, menjadi ruang dialog, serta menjadi penjaga nurani publik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rizkan mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, untuk menjadikan Hari Internasional Penerimaan Dunia sebagai pengingat kolektif agar senantiasa menumbuhkan empati, saling menghormati, dan tolong-menolong dalam kebaikan.
“Dengan semangat penerimaan, kita dapat membangun Indonesia yang lebih kuat, lebih adil, dan lebih bermartabat. Mari rawat persatuan bangsa dengan sikap saling menerima dan menghargai satu sama lain,” pungkasnya.
Peringatan Hari Internasional Penerimaan Dunia diharapkan menjadi titik tolak penguatan kesadaran bersama bahwa kemanusiaan adalah nilai tertinggi, dan penerimaan adalah jalan menuju perdamaian serta keadilan sosial bagi seluruh umat manusia.