Berabad-abad lalu, bangsa Eropa datang ke Nusantara bukan karena emas, tapi karena rempah.
Ironisnya, saat dunia modern kembali mencari rasa autentik dan alami, Indonesia justru belum sepenuhnya memimpin narasi itu.
Rempah Indonesia seperti pala, cengkeh, lengkuas, kunyit, dan ketumbar kini menjadi tren global lewat istilah “superfood” dan “ancient spices”.
Namun, sering kali identitas Indonesia menghilang, tergantikan label generik seperti “Asian spices”.
Di mata dunia, rempah Indonesia dianggap eksotis dan kuat. Tantangannya adalah mengubah kesan “asing” menjadi “diinginkan”. Saat ini, dunia mulai menghargai rasa berani dan di situlah kuliner Indonesia seharusnya berdiri di depan, bukan di pinggir.
Rempah bukan sekadar bumbu, melainkan warisan dunia yang berasal dari Indonesia.