Jakarta — Sejak resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto menegaskan satu garis perjuangan yang konsisten: negara harus hadir penuh untuk rakyat, terutama mereka yang paling lemah dan terpinggirkan. Fokus utama pemerintahannya diarahkan pada penghapusan kemiskinan ekstrem, penguatan kedaulatan pangan, serta pemerataan pembangunan hingga ke lapisan terbawah masyarakat.
Dalam berbagai pernyataan dan kebijakan awal, Presiden Prabowo menempatkan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama negara, bukan sekadar jargon politik. Ia berulang kali menegaskan bahwa kemiskinan ekstrem bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan persoalan keadilan sosial dan martabat bangsa.
“Tidak boleh ada rakyat Indonesia yang kelaparan di negeri yang kaya,” tegas Presiden Prabowo dalam salah satu pidatonya.
Negara Kuat untuk Rakyat Kecil
Pendekatan Presiden Prabowo menunjukkan pergeseran penting: negara tidak boleh kalah oleh sistem, dan pasar tidak boleh dibiarkan bekerja tanpa keberpihakan. Program-program strategis diarahkan untuk memastikan kebutuhan dasar rakyat,pangan, pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan ,benar-benar terjamin.
Penguatan sektor pertanian, pangan nasional, serta intervensi negara dalam menjaga stabilitas harga menjadi instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan struktural yang selama ini menghantui jutaan keluarga Indonesia.
Menghapus Kemiskinan Ekstrem, Bukan Sekadar Mengelola
Berbeda dengan pendekatan lama yang cenderung “mengelola kemiskinan”, pemerintahan Prabowo mengusung semangat menghapus kemiskinan ekstrem secara tuntas. Artinya, negara tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga membuka akses produksi, pekerjaan, dan kemandirian ekonomi rakyat.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan bonus demografi Indonesia tidak berubah menjadi bencana sosial, melainkan menjadi kekuatan nasional menuju Indonesia yang berdaulat dan berkeadilan.
Ujian Konsistensi dan Keberanian
Tentu, jalan ini bukan tanpa tantangan. Kepentingan elite, praktik rente, dan ketimpangan struktural adalah ujian nyata. Namun, publik menaruh harapan besar agar Presiden Prabowo konsisten dan berani menabrak kepentingan yang bertentangan dengan nasib rakyat kecil.
Sejarah akan mencatat, apakah kepemimpinan Prabowo Subianto benar-benar mampu menghadirkan negara yang kuat, adil, dan berpihak atau justru terjebak dalam kompromi kekuasaan.
Satu hal yang jelas: arah sudah ditetapkan. Kini, rakyat menunggu bukti nyata bahwa kemiskinan ekstrem benar-benar menjadi masa lalu, bukan sekadar janji politik.
Kalau mau: