Presiden Prabowo Subianto meminta Kepala Staf Presiden untuk mengumpulkan berbagai video yang menuding dirinya menghina bangsa Indonesia melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan tersebut disampaikan saat Presiden menghadiri peresmian Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat.
Presiden menyatakan ingin menonton langsung video-video tersebut sebagai bagian dari upaya klarifikasi terhadap tudingan yang beredar di ruang publik. Ia menegaskan bahwa program MBG dirancang sebagai kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus memperkuat masa depan generasi muda.
Menurut Presiden, narasi yang menyebut program tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap bangsa tidak sejalan dengan tujuan utama pemerintah yang berfokus pada kesejahteraan rakyat. Ia menekankan bahwa seluruh kebijakan negara, termasuk MBG, berorientasi pada perlindungan generasi penerus bangsa.
“Program ini dibuat untuk masa depan anak-anak kita. Tidak ada niat sedikit pun untuk merendahkan bangsa sendiri. Justru ini bentuk tanggung jawab negara terhadap rakyat,” ujar Presiden.
Prabowo juga mengingatkan bahwa komitmennya terhadap bangsa telah teruji sejak masa pengabdiannya sebagai perwira militer hingga kini memimpin pemerintahan. Ia menilai kritik merupakan bagian dari demokrasi, namun harus tetap berbasis fakta dan tidak menyesatkan publik.
Menutup sambutannya, Presiden mengajak masyarakat untuk menilai program pemerintah secara objektif berdasarkan manfaat nyata yang dirasakan rakyat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ruang publik tetap sehat melalui dialog yang konstruktif dan bertanggung jawab.
“Mari kita jaga ruang publik kita dengan diskusi yang sehat, dengan data dan fakta. Tujuan kita sama, yaitu masa depan Indonesia yang lebih kuat,” katanya.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional melalui intervensi gizi sejak usia dini. Pemerintah berharap program tersebut mampu menekan angka stunting, meningkatkan kesehatan anak, serta memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang Indonesia.