VIRAL POST – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dibangun sebagai solusi untuk melindungi petani dari jeratan rentenir yang selama ini membebani mereka dengan bunga tinggi.
Menurut Prabowo, persoalan utama yang dihadapi petani adalah keterbatasan akses terhadap pembiayaan formal.
Proses pengajuan kredit di lembaga perbankan dinilai masih rumit dan memakan waktu, sehingga banyak petani memilih jalan pintas dengan meminjam kepada rentenir.
“Petani itu menunggu panen bisa sampai 120 hari. Dalam masa itu, kebutuhan hidup tetap berjalan. Ketika ada kebutuhan mendesak, mereka terpaksa meminjam ke rentenir dengan bunga tinggi,” ujar Prabowo dalam diskusi bertajuk Presiden Prabowo Menjawab.
Bunga Rentenir Dinilai Mencekik
Presiden mengungkapkan bahwa praktik pinjaman oleh rentenir bisa mencapai bunga hingga 1 persen per hari, angka yang dinilai sangat memberatkan masyarakat kecil.
Sebagai perbandingan, bunga pinjaman di sektor formal, termasuk untuk kalangan usaha besar, umumnya berada di kisaran 9 hingga 12 persen per tahun.
Kondisi ini, menurut Prabowo, menciptakan ketimpangan akses keuangan antara kelompok ekonomi besar dan masyarakat kecil, khususnya petani.
Koperasi Jadi Solusi Alternatif
Melalui Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah menargetkan hadirnya lembaga pembiayaan yang lebih mudah diakses, cepat, dan tidak memberatkan.
Prabowo menekankan bahwa koperasi harus mampu menawarkan bunga pinjaman yang jauh lebih rendah dibandingkan praktik rentenir, bahkan jika memungkinkan berada di kisaran 6 persen per tahun.
“Koperasi harus hadir sebagai solusi. Modal harus cepat, tidak ribet, tapi dengan bunga yang terjangkau,” tegasnya.
Dorong Kemandirian Ekonomi Desa
Program ini diharapkan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa sekaligus mendorong kemandirian petani dalam mengelola usaha pertanian.
Dengan akses permodalan yang lebih adil, petani diharapkan tidak lagi terjebak dalam siklus utang berbunga tinggi yang berpotensi menghambat kesejahteraan mereka.
Pemerintah optimistis, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi instrumen penting dalam membangun sistem keuangan yang lebih inklusif dan berpihak pada rakyat kecil.