VIRAL POST — Presiden Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja ke Jepang dan Korea Selatan dengan membawa komitmen investasi besar bagi Indonesia. Total nilai komitmen yang berhasil dihimpun mencapai sekitar USD 33,9 miliar atau setara Rp575 triliun.
Presiden tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/4) malam, dan disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah pejabat negara.
Kunjungan diplomasi ekonomi tersebut mencakup pertemuan tingkat tinggi dengan para pemimpin kedua negara serta forum bisnis yang mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha.
Komitmen Investasi dari Jepang
Di Jepang, Presiden Prabowo bertemu dengan Naruhito selaku Kaisar Jepang serta Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Dalam rangkaian pertemuan dan forum bisnis yang digelar, tercapai komitmen investasi sekitar USD 23,63 miliar atau sekitar Rp401,7 triliun.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis seperti industri manufaktur, energi, infrastruktur, serta penguatan rantai pasok industri di kawasan Asia.
Penguatan Kemitraan dengan Korea Selatan
Sementara itu, dalam kunjungan ke Korea Selatan, Presiden Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Lee Jae Myung.
Kedua negara sepakat meningkatkan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus, yang memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, teknologi, pertahanan, dan investasi.
Dalam kesempatan tersebut juga ditandatangani 10 nota kesepahaman (MoU) antar-pemerintah serta 17 kesepakatan bisnis antarperusahaan. Nilai investasi yang dihasilkan dari kerja sama tersebut mencapai USD 10,268 miliar atau sekitar Rp174 triliun.
Diplomasi Ekonomi untuk Pertumbuhan
Pemerintah menilai hasil kunjungan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap stabilitas ekonomi dan prospek pertumbuhan Indonesia.
Komitmen investasi yang diperoleh diharapkan dapat memperkuat pembangunan sektor industri, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Namun demikian, tantangan berikutnya adalah memastikan agar seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan secara konkret melalui proyek-proyek investasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pemerintah menegaskan akan terus mengawal proses implementasi kerja sama tersebut agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh rakyat Indonesia.