CAITLIN JOHNSTONE
Penulis Independen yang Membongkar Propaganda Perang di Era Media “Bebas”
- POSISI CAITLIN JOHNSTONE:
MUSUH ALAMI MEDIA ARUS UTAMA
Caitlin Johnstone bukan jurnalis lapangan, bukan akademisi, dan bukan whistleblower negara.
Ia adalah:
Penulis politik independen asal Australia
Analis media dan perang modern
Kolumnis yang hidup di luar sistem korporasi media
Kekuatan utamanya:
Ia tidak membutuhkan akses,
karena yang ia bongkar bukan rahasia,
melainkan kebohongan yang diulang terus-menerus.
- TARGET UTAMA:
PROPAGANDA MODERN, BUKAN SENSOR KLASIK
Johnstone menegaskan:
Di Barat, kontrol informasi bukan lewat sensor,
melainkan lewat penyelarasan narasi.
Ciri propaganda modern menurutnya:
Semua media “berbeda”, tapi pesan sama
Kritik boleh ada, tapi dalam batas sempit
Musuh selalu digambarkan absolut jahat
Ini bukan kebetulan. Ini manufaktur konsensus versi abad ke-21.
- PERANG SEBAGAI PRODUK MEDIA
Johnstone fokus pada:
Irak
Suriah
Libya
Ukraina
Gaza
Pola yang ia bongkar:
Musuh didemonisasi
Fakta kompleks disederhanakan
Intervensi disebut “kemanusiaan”
Media menghapus konteks sejarah
Jika publik menolak perang,
perang tidak bisa dijual.
Maka tugas media:
Membuat publik tidak sadar sedang disiapkan.
- KEBEBASAN PERS YANG SEMU
Menurut Johnstone:
Media Barat bebas secara hukum
Tapi terikat secara struktural
Ketergantungan media pada:
Iklan
Akses pejabat
Narasumber intelijen
Platform digital
Akibatnya:
Media tidak perlu diperintah,
mereka menyensor diri sendiri.
- HUBUNGAN DENGAN NEGARA KEAMANAN
Johnstone sering mengutip:
Kebocoran Snowden
Kasus Assange
Operasi intelijen AS & sekutu
Kesimpulannya:
Media arus utama bukan pengawas kekuasaan,
tapi perpanjangan soft power negara keamanan.
Ini terlihat saat:
Whistleblower dikriminalisasi
Perang didukung
Narasi resmi diulang mentah
- UKRAINA, RUSIA, DAN HITAM–PUTIH PALSU
Johnstone dikritik keras karena:
Menolak narasi “baik vs jahat” mutlak
Posisinya:
Menentang invasi
Tapi juga menolak propaganda NATO
Menurutnya:
Berpikir kritis ≠ mendukung musuh.
Namun di era propaganda:
Netralitas dianggap pengkhianatan.
- MENGAPA JOHNSTONE DIBUNGKAM TANPA DILARANG
Ia jarang diundang media besar karena:
Tidak bisa dikendalikan
Tidak mau bermain “kedua sisi”
Mengganggu narasi perang
Metode pembungkaman:
Shadowban
Demonisasi personal
Labelisasi ekstrem
Tanpa sensor resmi. Tanpa larangan.
- HUBUNGAN DENGAN TOKOH LAIN
Assange → kebocoran kebenaran
Pilger → jurnalisme anti-imperial
Zuboff → kontrol perilaku
Johnstone → propaganda sebagai ekosistem
Ia menjelaskan:
Mengapa kebohongan bisa bertahan
bahkan saat faktanya tersedia.
- MENUJU 2026: PERANG, AI, & NARASI OTOMATIS
Johnstone memperingatkan:
AI-generated news
Bot opini
Algoritma emosi
Jika propaganda diotomatisasi:
Perang tidak lagi butuh dukungan rakyat,
cukup manipulasi persepsi real-time.
- KRITIK TERHADAP JOHNSTONE
Ia dituduh:
Terlalu sinis
Anti-Barat
Tidak “seimbang”
Namun justru di situlah posisinya:
Ia tidak menyeimbangkan kebohongan
dengan kebohongan lain.
Ia menolak seluruh kerangka palsu.
KESIMPULAN
Caitlin Johnstone menunjukkan bahwa:
Propaganda paling efektif
bukan yang memaksa,
Tapi yang terasa wajar.
Jika perang terasa “masuk akal”, maka propaganda telah menang.
Dan itulah yang paling ia lawan.