CAITLIN JOHNSTONE

Penulis Independen yang Membongkar Propaganda Perang di Era Media “Bebas”

  1. POSISI CAITLIN JOHNSTONE:
    MUSUH ALAMI MEDIA ARUS UTAMA

Caitlin Johnstone bukan jurnalis lapangan, bukan akademisi, dan bukan whistleblower negara.

Ia adalah:
Penulis politik independen asal Australia
Analis media dan perang modern
Kolumnis yang hidup di luar sistem korporasi media

Kekuatan utamanya:
Ia tidak membutuhkan akses,
karena yang ia bongkar bukan rahasia,
melainkan kebohongan yang diulang terus-menerus.

  1. TARGET UTAMA:
    PROPAGANDA MODERN, BUKAN SENSOR KLASIK

Johnstone menegaskan:
Di Barat, kontrol informasi bukan lewat sensor,
melainkan lewat penyelarasan narasi.
Ciri propaganda modern menurutnya:
Semua media “berbeda”, tapi pesan sama

Kritik boleh ada, tapi dalam batas sempit
Musuh selalu digambarkan absolut jahat
Ini bukan kebetulan. Ini manufaktur konsensus versi abad ke-21.

  1. PERANG SEBAGAI PRODUK MEDIA

Johnstone fokus pada:
Irak
Suriah
Libya
Ukraina
Gaza

Pola yang ia bongkar:
Musuh didemonisasi
Fakta kompleks disederhanakan
Intervensi disebut “kemanusiaan”
Media menghapus konteks sejarah
Jika publik menolak perang,
perang tidak bisa dijual.

Maka tugas media:
Membuat publik tidak sadar sedang disiapkan.

  1. KEBEBASAN PERS YANG SEMU

Menurut Johnstone:
Media Barat bebas secara hukum
Tapi terikat secara struktural

Ketergantungan media pada:
Iklan
Akses pejabat
Narasumber intelijen
Platform digital

Akibatnya:
Media tidak perlu diperintah,
mereka menyensor diri sendiri.

  1. HUBUNGAN DENGAN NEGARA KEAMANAN

Johnstone sering mengutip:
Kebocoran Snowden
Kasus Assange
Operasi intelijen AS & sekutu

Kesimpulannya:
Media arus utama bukan pengawas kekuasaan,
tapi perpanjangan soft power negara keamanan.

Ini terlihat saat:
Whistleblower dikriminalisasi
Perang didukung
Narasi resmi diulang mentah

  1. UKRAINA, RUSIA, DAN HITAM–PUTIH PALSU

Johnstone dikritik keras karena:
Menolak narasi “baik vs jahat” mutlak
Posisinya:
Menentang invasi
Tapi juga menolak propaganda NATO

Menurutnya:
Berpikir kritis ≠ mendukung musuh.
Namun di era propaganda:
Netralitas dianggap pengkhianatan.

  1. MENGAPA JOHNSTONE DIBUNGKAM TANPA DILARANG

Ia jarang diundang media besar karena:
Tidak bisa dikendalikan
Tidak mau bermain “kedua sisi”
Mengganggu narasi perang

Metode pembungkaman:
Shadowban
Demonisasi personal
Labelisasi ekstrem
Tanpa sensor resmi. Tanpa larangan.

  1. HUBUNGAN DENGAN TOKOH LAIN

Assange → kebocoran kebenaran
Pilger → jurnalisme anti-imperial
Zuboff → kontrol perilaku
Johnstone → propaganda sebagai ekosistem

Ia menjelaskan:
Mengapa kebohongan bisa bertahan
bahkan saat faktanya tersedia.

  1. MENUJU 2026: PERANG, AI, & NARASI OTOMATIS

Johnstone memperingatkan:
AI-generated news
Bot opini
Algoritma emosi

Jika propaganda diotomatisasi:
Perang tidak lagi butuh dukungan rakyat,
cukup manipulasi persepsi real-time.

  1. KRITIK TERHADAP JOHNSTONE

Ia dituduh:
Terlalu sinis
Anti-Barat
Tidak “seimbang”

Namun justru di situlah posisinya:
Ia tidak menyeimbangkan kebohongan
dengan kebohongan lain.
Ia menolak seluruh kerangka palsu.

KESIMPULAN
Caitlin Johnstone menunjukkan bahwa:
Propaganda paling efektif
bukan yang memaksa,
Tapi yang terasa wajar.

Jika perang terasa “masuk akal”, maka propaganda telah menang.
Dan itulah yang paling ia lawan.

By Viral Post

Viral Post adalah media digital independen yang menyajikan informasi,berita,dan isu viral secara akurat dan bertanggung jawab. Kami meyakini bahwa rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi,ber hak untuk mengetahui fakta yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *