APAKAH NEGARA ADALAH MESIN BIAYA?

Negara seharusnya menjadi tempat orang merasa aman untuk tumbuh. Pendidikan membuka jalan, kesehatan menjaga langkah, dan hidup dijalani tanpa rasa cemas berlebihan.

Namun bagi banyak orang hari ini, ketiganya justru terasa seperti pintu berbayar yang harus dilewati satu per satu.
Semakin ingin maju, semakin besar biaya yang harus dibayar.

Sekolah dan kuliah sering disebut sebagai investasi masa depan, tetapi investasinya diminta di muka, bahkan sebelum masa depan itu benar-benar pasti.

Kesehatan juga tidak jauh berbeda. Orang disarankan hidup sehat, tetapi ketika sakit datang, biaya pengobatan bisa menghapus tabungan bertahun-tahun.

Data kasar menunjukkan pengeluaran kesehatan masih menjadi salah satu penyebab utama rumah tangga jatuh miskin kembali, bahkan setelah bekerja keras bertahun-tahun.

Biaya hidup sehari-hari menambah lapisan tekanan. Tempat tinggal, transportasi, dan kebutuhan dasar naik perlahan namun konsisten.

Gaji jarang mengejar dengan kecepatan yang sama. Akibatnya, hidup terasa seperti berjalan di treadmill.

Bergerak terus, lelah, tetapi posisi tidak pernah benar-benar maju.

Yang membuat situasi ini terasa pahit bukan hanya mahalnya biaya, tetapi normalisasi terhadap kondisi tersebut.

Hidup mahal dianggap wajar, seolah-olah rasa cemas adalah bagian alami dari dewasa.
Padahal, ketika akses terhadap pendidikan dan kesehatan makin berat, yang terkikis bukan hanya dompet, tetapi harapan.

Masyarakat mulai terbagi antara mereka yang bisa membayar dan mereka yang hanya bisa menyesuaikan diri.

Pertanyaan “ini negara atau mesin biaya” bukan sekadar keluhan emosional. Itu refleksi dari rasa kehilangan fungsi dasar negara sebagai penyangga kehidupan.

Ketika hidup terlalu mahal untuk dijalani dengan tenang, maka masalahnya bukan pada individu yang kurang berjuang, melainkan pada sistem yang lupa bahwa manusia bukan sekadar angka dalam perhitungan ekonomi.

By Viral Post

Viral Post adalah media digital independen yang menyajikan informasi,berita,dan isu viral secara akurat dan bertanggung jawab. Kami meyakini bahwa rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi,ber hak untuk mengetahui fakta yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *