JAKARTA — Pemerintah terus mematangkan rencana peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok rentan, termasuk lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa prioritas utama penerima manfaat adalah lansia berusia 75 tahun ke atas, khususnya mereka yang hidup seorang diri tanpa dukungan keluarga.
“Lansia itu utamanya yang 75 tahun ke atas. Kalau alokasinya masih ada, ya bolehlah nanti 75 tahun ke bawah. Dan yang diprioritaskan yang tinggal sendiri,” ujar Saifullah saat ditemui di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).
Fokus pada Kelompok Paling Rentan
Kebijakan tersebut mencerminkan pendekatan pemerintah yang menempatkan kelompok paling rentan sebagai prioritas utama intervensi sosial. Lansia yang hidup sendiri dinilai memiliki risiko lebih tinggi terhadap kerawanan pangan, masalah kesehatan, serta keterbatasan akses ekonomi.
Program MBG tidak hanya diproyeksikan sebagai bantuan konsumsi semata, tetapi juga sebagai instrumen perlindungan sosial yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan kesejahteraan lansia di berbagai daerah Indonesia.
Masih Tahap Perencanaan dan Pemantapan Data
Menteri Sosial menjelaskan bahwa program makan bergizi gratis untuk lansia dan penyandang disabilitas saat ini masih berada dalam tahap perencanaan. Pemerintah sedang mempertajam data sasaran penerima manfaat agar program tepat guna, tepat sasaran, dan efektif saat diluncurkan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari kesalahan distribusi bantuan yang kerap menjadi persoalan dalam program sosial berskala nasional.
Bagian dari Strategi Besar Perlindungan Sosial
Program MBG sendiri merupakan bagian dari agenda besar pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial masyarakat, terutama bagi kelompok rentan. Selain anak-anak dan pelajar, perhatian terhadap lansia menunjukkan upaya pemerintah memperluas jangkauan kebijakan kesejahteraan secara lebih inklusif.
Para pengamat kebijakan sosial menilai pendekatan berbasis kebutuhan kelompok rentan merupakan langkah strategis, mengingat jumlah penduduk lansia di Indonesia terus meningkat setiap tahun seiring bertambahnya usia harapan hidup masyarakat.
Harapan bagi Lansia Indonesia
Jika terealisasi sesuai rencana, program ini berpotensi menjadi salah satu kebijakan sosial paling berdampak bagi lansia Indonesia, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan dukungan keluarga.
Lebih dari sekadar bantuan makanan, program tersebut membawa pesan bahwa negara hadir untuk memastikan setiap warga, termasuk mereka yang berada di usia senja, tetap mendapatkan perhatian, perlindungan, dan kehidupan yang layak.
Di tengah tantangan ekonomi global dan perubahan demografi nasional, kebijakan ini menjadi simbol komitmen bahwa kesejahteraan rakyat tidak mengenal batas usia ,dari anak-anak hingga lansia, negara tetap memiliki tanggung jawab yang sama.