“Bukan kalah lari, tapi disuruh lari tanpa sepatu.”
Pasar tradisional sering dituding kalah bersaing karena kumuh dan tidak modern. Tuduhan ini menyesatkan.
Pasar rakyat tidak kalah oleh waktu, tetapi oleh aturan main yang timpang. Mereka disuruh bersaing dengan pemain besar tanpa perlindungan yang setara.
Pasar modern tumbuh dengan logistik rapi, modal besar, dan kebijakan yang ramah. Pasar rakyat bertahan dengan infrastruktur seadanya, sambil terus ditekan oleh biaya dan regulasi. Ini bukan kompetisi, tapi pengikisan perlahan.
Ketika pasar rakyat melemah, ekonomi lokal ikut roboh. Uang tidak lagi berputar di lingkungan, petani dan pedagang kecil kehilangan sandaran.
Yang tersisa hanyalah konsumen tanpa produsen lokal.
Pasar rakyat bukan masa lalu. Ia adalah fondasi ekonomi yang sengaja dilupakan.