RAY McGOVERN

Mantan CIA yang Membongkar Kebohongan Intelijen Negara Sendiri

  1. SIAPA RAY McGOVERN

Raymond McGovern adalah:
Analis CIA selama 27 tahun (1963–1990)
Spesialis Uni Soviet & intelijen strategis

Pemberi Presidential Daily Brief (PDB) untuk:
Nixon
Ford
Reagan
Bush Sr.

Ia bukan orang luar. Ia adalah orang dalam sistem inti intelijen AS.

  1. POSISI UNIK:
    ORANG DALAM YANG MENOLAK BERBOHONG

Di CIA lama (era Perang Dingin awal):
Analisis dipisahkan dari politik
Tekanan ideologis masih terbatas

McGovern adalah generasi analis:
yang tugasnya mengatakan apa adanya,
bukan apa yang ingin didengar presiden.

Masalah muncul ketika:
intelijen mulai dijadikan alat kebijakan.

  1. TITIK BALIK: IRAK & SENJATA PEMUSNAH MASSAL

Kebohongan terbesar abad 21:
Irak memiliki WMD.

McGovern tahu:
Bukti lemah
Analisis dipaksakan
Data dipilih selektif

Menurutnya:
Ini bukan kegagalan intelijen
tapi pemalsuan intelijen.

  1. VETERAN INTELLIGENCE PROFESSIONALS FOR SANITY (VIPS)

Sebagai respons, McGovern ikut mendirikan: VIPS
Tujuan:
Mengungkap manipulasi intelijen
Menulis memo publik langsung ke presiden
Melawan politisasi CIA, NSA, FBI

Mereka memperingatkan:
Irak
Suriah
Ukraina
Rusia
Namun selalu diabaikan media arus utama.

  1. RUSIA, NATO, DAN PROPAGANDA BARU

McGovern sangat vokal soal:
Ekspansi NATO
Narasi “Rusia agresor”

Pandangan intinya:
Rusia tidak bertindak dalam ruang hampa.
Mereka merespons ancaman struktural.

Ia menuduh media Barat:
Mengulang talking points intelijen
tanpa verifikasi.

  1. RUSSIAGATE: KEBOHONGAN MODERN

McGovern membedah:
Klaim peretasan Rusia pemilu AS
Laporan intelijen yang tanpa bukti forensik

VIPS menyimpulkan:
Data DNC bocor secara lokal,
bukan diretas jarak jauh.

Kesimpulan ini:
Tidak dibantah secara teknis
Tapi disensor secara naratif

  1. DARI ANALIS KE AKTIVIS

McGovern berubah:
Dari birokrat senyap
Menjadi aktivis anti-perang

Ia:
Ditangkap saat protes
Dipukul polisi
Dilarang masuk forum resmi

Ironi:
Mantan pemberi briefing presiden
dianggap ancaman oleh negaranya sendiri.

  1. AGAMA, MORAL, DAN HATI NURANI

McGovern menyebut:
“Masalah terbesar intelijen bukan data,
tapi keberanian moral.”

Ia mengaitkan:
Kebohongan negara
Dehumanisasi musuh
Pembenaran perang
Sebagai:
Kejatuhan etika institusional.

  1. HUBUNGAN DENGAN TOKOH LAIN

Snowden → bukti pengawasan
Binney → teknis NSA
Assange → dokumen
McGovern → konteks & niat politik
Ia menjelaskan mengapa kebohongan dibuat,
bukan hanya bahwa kebohongan itu ada.

  1. PESAN TERAKHIR McGOVERN

“Ketika intelijen melayani kekuasaan,
bukan kebenaran,
perang menjadi tak terelakkan.”

Ia percaya:
Demokrasi mati bukan oleh kudeta
Tapi oleh kebohongan berulang yang dinormalisasi

KESIMPULAN

Ray McGovern membuktikan:
Musuh terbesar negara
seringkali bukan dari luar,
tapi dari keputusan yang dibuat secara sadar di dalam.
Ia bukan pembelot. Ia saksi sejarah yang menolak diam.

By Viral Post

Viral Post adalah media digital independen yang menyajikan informasi,berita,dan isu viral secara akurat dan bertanggung jawab. Kami meyakini bahwa rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi,ber hak untuk mengetahui fakta yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *