Viral Post – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berdampak pada rantai pasok pupuk urea global, memicu kekhawatiran krisis pangan di banyak negara. Situasi ini justru menjadi peluang besar bagi Indonesia, yang memiliki fasilitas produksi urea mumpuni.
Permintaan ekspor melonjak, sehingga sejumlah pabrik yang sebelumnya hampir tutup kini beroperasi maksimal untuk memenuhi kuota pasar dunia. Meski demikian, pemerintah menegaskan prioritas utama adalah kebutuhan domestik, memastikan stok dalam negeri terpenuhi 100 persen sebelum sisa produksi diekspor.
Langkah ini bertujuan menjaga ketahanan pangan nasional sambil memanfaatkan momentum untuk memperkuat industri pupuk Indonesia di pasar internasional.
Sumber: Pernyataan resmi pemerintah, 2026