Kita Indonesia dulu dikenal karena gotong royong.
Karena senyum yang tulus.
Karena peduli, bahkan pada orang yang tidak kita kenal.

Hari ini, semua itu pelan-pelan diuji.
Bukan oleh perang.
Bukan oleh penjajah bersenjata.
Tapi oleh kesibukan tanpa henti yang membuat kita lupa saling melihat sebagai manusia.

Kita Sibuk, Tapi Sebenarnya Sedang Dijauhkan
Kita bangun pagi dengan pikiran penuh target.
Pulang malam dengan tubuh habis tenaga.
Akhirnya, kita hanya punya sisa waktu untuk diri sendiri—itu pun sering tidak cukup.

Tanpa sadar:
Tetangga jadi asing
Teman cuma notifikasi
Kepedulian terasa merepotkan

Bukan karena kita jahat.
Tapi karena kita terlalu lelah untuk peduli.
Dan di situlah perpecahan dimulai—bukan lewat konflik besar, tapi lewat kesibukan yang memisahkan.

Kita Indonesia Bukan Bangsa Individual
Budaya kita tidak dibangun dari “urusan gue, hidup gue”.

Budaya kita lahir dari:
Saling bantu tanpa hitung-hitungan
Ringan tangan saat orang lain susah
Senyum sebagai bahasa paling jujur
Kalau itu hilang,
Indonesia bukan runtuh karena miskin,
tapi karena kehilangan jiwanya.

Jangan Sampai Kita Dijinakkan oleh Rutinitas
Kalau hidup cuma soal: kerja → capek → tidur → ulangi
tanpa ruang untuk peduli,
maka kita bukan hidup—kita dipakai.
Bukan rantai yang mengikat kita hari ini,
tapi:
Rasa takut ketinggalan
Tekanan untuk selalu kuat
Ilusi bahwa sibuk berarti berhasil

Padahal bangsa ini besar bukan karena paling sibuk,
tapi karena paling saling menjaga.

Anak Muda, Dengarkan Ini
Kamu tidak salah kalau merasa lelah.
Kamu tidak bodoh kalau merasa bingung.
Kamu tidak apatis(tidak peduli)
kamu belum diberi arah yang jujur.

Tapi satu hal jangan kamu lepaskan:
hati dan nurani.
Kamu boleh kritis.
Kamu boleh mengejar mimpi.

Tapi jangan sampai:
Menginjak demi naik
Diam saat ketidakadilan
Lupa bahwa manusia di sekitarmu bukan alat

Karena sampai saat itu terjadi,
kita bukan sedang maju—kita sedang kehilangan wajah Indonesia.

Kita Indonesia Masih Punya Pilihan

Pilihan untuk:
Peduli meski capek
Senyum meski hidup berat
Membantu meski tidak diminta

Hal-hal kecil itu mungkin terlihat sepele,
tapi justru itulah yang membuat kita tidak mudah dipecah.

Sistem apa pun bisa mengatur jam kerja.
Aturan apa pun bisa mengatur hidup.
Tapi tidak ada yang bisa menguasai hati manusia—kecuali kita menyerahkannya sendiri.

Jangan Biarkan Indonesia Kehilangan Dirinya

Kalau hari ini kamu masih:
Menyapa
Menolong
Menjaga adab
Mengingat ajaran orang tua

Maka kamu sedang melakukan sesuatu yang besar,
meski tidak terlihat.

Kita Indonesia tidak akan hancur oleh perbedaan.
Kita hancur kalau lupa bahwa kita satu.

By Viral Post

Viral Post adalah media digital independen yang menyajikan informasi,berita,dan isu viral secara akurat dan bertanggung jawab. Kami meyakini bahwa rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi,ber hak untuk mengetahui fakta yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *