Setiap hari kita dikejar target. Produktivitas diukur, grafik dipantau, dan jam kerja diperpanjang dengan berbagai nama.

Katanya kita hidup di era paling efisien dalam sejarah.
Namun anehnya, rasa aman justru terasa semakin jauh.

Banyak orang bekerja tanpa henti, tetapi tidur dengan cemas, seolah satu kesalahan kecil bisa menjatuhkan semuanya.

Produktif ternyata tidak selalu berarti terlindungi. Banyak pekerjaan hari ini menawarkan fleksibilitas, tetapi minim kepastian.

Kontrak pendek, target berubah, dan evaluasi terus-menerus membuat masa depan terasa kabur.

Data kasar menunjukkan semakin banyak pekerja berada di zona tanpa jaminan jangka panjang, sementara biaya hidup menuntut stabilitas yang justru tidak diberikan.

Teknologi yang seharusnya meringankan beban justru sering mempercepat ritme. Pekerjaan tidak lagi berhenti di kantor.

Notifikasi masuk kapan saja, dan batas antara kerja dan hidup pribadi menghilang. Secara angka, kita mungkin terlihat produktif. Secara mental, banyak yang kelelahan.

Rasa aman tidak datang dari sibuk, tetapi dari kepastian, dan itulah yang semakin langka.

Yang lebih berat adalah normalisasi kecemasan ini. Hidup tanpa jaminan dianggap bagian dari zaman.

Orang yang lelah disuruh beradaptasi, bukan dilindungi. Padahal rasa aman bukan kemewahan, melainkan fondasi agar manusia bisa bekerja dengan utuh dan bermartabat.

Jika produktivitas terus dituntut tanpa disertai perlindungan, maka kerja akan kehilangan maknanya.

Kita akan terus bergerak, tetapi selalu merasa di tepi jurang.
Bukan karena kita tidak mampu, tetapi karena sistem lebih menghargai hasil cepat daripada keberlanjutan hidup manusia.

By Viral Post

Viral Post adalah media digital independen yang menyajikan informasi,berita,dan isu viral secara akurat dan bertanggung jawab. Kami meyakini bahwa rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi,ber hak untuk mengetahui fakta yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *