JAMBI — Ketua Dewan Perwakilan Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Sumatera Raya, Rizkan Al Mubarrok, menyerukan pentingnya menjaga marwah Pemimpin Bangsa Indonesia di ruang publik, terutama di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya polarisasi politik.

Rizkan menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia merupakan simbol negara dan wajah bangsa di hadapan dunia internasional. Oleh karena itu, sikap masyarakat dalam menyampaikan kritik harus tetap berada dalam koridor etika, adab, dan tanggung jawab kebangsaan.
“Silakan kritik kebijakan pemerintah, itu hak rakyat dan dijamin konstitusi. Namun jangan menghina pemimpin bangsa, apalagi menyerang fisik dan kehidupan pribadinya. Itu bukan kritik, melainkan tindakan yang merendahkan martabat bangsa sendiri di mata dunia,” tegas Rizkan dalam pernyataan resminya kepada media.

Menurutnya, kebebasan berpendapat merupakan pilar demokrasi, tetapi kebebasan tersebut tidak boleh disalahgunakan hingga melahirkan ujaran kebencian dan penghinaan yang berpotensi merusak persatuan nasional.
Secara konstitusional, Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa Presiden memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD. Dengan demikian, menjaga kehormatan institusi kepresidenan merupakan bagian dari menjaga kehormatan negara.

Rizkan juga mengingatkan bahwa nilai-nilai keagamaan, khususnya Islam, mengajarkan adab dalam bersikap terhadap pemimpin. Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri di antara kamu.”
(QS. An-Nisa: 59)
Selain itu, Al-Qur’an dengan tegas melarang perbuatan saling merendahkan dan menghina sesama manusia sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Hujurat ayat 11.
Rizkan menilai, kritik yang disampaikan secara beradab, berbasis data, dan argumentasi rasional justru akan memperkuat negara dan memperbaiki kualitas kebijakan publik. Sebaliknya, penghinaan yang dilakukan secara terbuka hanya akan melemahkan citra Indonesia di hadapan dunia internasional.

“Bangsa besar bukan bangsa yang gemar menghina pemimpinnya, melainkan bangsa yang dewasa dalam berdemokrasi. Kritik yang cerdas akan menguatkan negara, sementara penghinaan hanya akan mempermalukan Indonesia sendiri,” ujarnya.

AWNI Sumatera Raya mengajak seluruh elemen masyarakat, media, dan pengguna media sosial untuk bersama-sama menjaga ruang publik agar tetap sehat, bermartabat, dan berorientasi pada persatuan bangsa serta masa depan Indonesia.

By Viral Post

Viral Post adalah media digital independen yang menyajikan informasi,berita,dan isu viral secara akurat dan bertanggung jawab. Kami meyakini bahwa rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi,ber hak untuk mengetahui fakta yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *