Laut Indonesia menyimpan kekayaan biodiversitas terbesar di dunia, namun hingga 2026 kondisinya terus terancam. Kerusakan terumbu karang, pencemaran laut, dan penangkapan ikan berlebihan menjadi masalah utama.
Data lingkungan menunjukkan bahwa sebagian besar terumbu karang Indonesia berada dalam kondisi tertekan, dengan kerusakan akibat aktivitas manusia dan peningkatan suhu laut.
Kerusakan laut berdampak langsung pada ketahanan pangan. Nelayan tradisional mengalami penurunan hasil tangkapan karena ikan kehilangan habitat alaminya.
Selain itu, pencemaran plastik di laut terus meningkat. Indonesia masih menjadi salah satu penyumbang sampah plastik laut terbesar di dunia, yang mengancam biota laut dan masuk ke rantai makanan manusia.
Fakta yang jarang disadari, laut yang rusak tidak hanya berdampak pada nelayan, tetapi juga pada iklim global karena laut berperan besar dalam menyerap panas dan karbon.