Setiap hari jutaan orang bekerja dengan ritme yang sama. Bangun sebelum matahari terbit, menembus macet, menukar waktu dan tenaga demi gaji bulanan.
Secara logika, semakin lama bekerja seharusnya hidup semakin stabil. Namun kenyataannya justru terbalik.
Setelah bertahun-tahun bekerja, banyak orang tetap hidup dari gaji ke gaji, tanpa tabungan yang berarti.
Masalah ini bukan soal kurang disiplin atau salah mengatur uang, melainkan persoalan struktural yang jarang dibicarakan secara jujur.
Dalam satu dekade terakhir, kenaikan upah riil tidak pernah benar-benar mengejar kenaikan biaya hidup.
Harga pangan, sewa rumah, listrik, transportasi, dan layanan dasar naik perlahan tapi konsisten.
Kenaikannya sering terlihat kecil, namun terjadi terus-menerus, sehingga daya beli pekerja tergerus tanpa disadari.
Di sisi lain, gaji hanya naik sesekali, itupun sering tidak sebanding. Akibatnya, setiap tambahan pendapatan langsung habis untuk menutup biaya yang juga ikut naik.
Selain kebutuhan pokok, muncul lapisan biaya baru yang dulu tidak ada. Internet, ponsel, aplikasi, layanan digital, dan cicilan gaya hidup modern menjadi pengeluaran wajib agar tetap bisa bekerja dan bersosialisasi.
Biaya ini tidak terasa besar secara terpisah, tetapi jika dijumlahkan, nilainya signifikan dan menyedot ruang yang seharusnya bisa menjadi tabungan.
Sistem ekonomi modern mendorong konsumsi terus-menerus, bahkan untuk hal-hal yang sebelumnya bukan kebutuhan.
Di saat yang sama, risiko hidup sepenuhnya dipindahkan ke individu. Ketika sakit, kehilangan pekerjaan, atau terjadi krisis, tabungan pribadi menjadi satu-satunya bantalan.
Ironisnya, sistem yang sama justru membuat tabungan sulit terbentuk.
Pekerja diminta mandiri, tetapi tidak diberi ruang finansial untuk benar-benar mandiri. Inilah kontradiksi yang dialami kelas pekerja hari ini.
Tabungan tidak pernah bertambah bukan karena kita malas atau gagal, tetapi karena kerja keras kita dihargai murah sementara biaya hidup terus dinaikkan.
Selama sistem lebih melindungi perputaran uang dibanding kesejahteraan pekerja, banyak orang akan terus bekerja keras tanpa pernah merasa aman.
Ini bukan kegagalan individu. Ini adalah masalah sistem yang membuat bertahan hidup terasa seperti kemajuan, padahal sebenarnya kita hanya berusaha agar tidak jatuh lebih dalam.