Kenapa Negara Tidak Pernah Lunas Hutangnya ?Riba sebagai Mesin yang Sengaja Dibuat Tidak Pernah Berhenti. Utang negara bukan dirancang untuk dilunasi,Ia dirancang untuk dipelihara.
Kalimat ini terdengar keras, tapi itulah realitas struktural sistem keuangan modern.
- Kesalahan Persepsi Publik:
“Utang Bisa Dilunasi Seperti Utang Pribadi”
Rakyat sering membayangkan utang negara seperti:
Pinjam → cicil → lunas
Padahal utang negara bekerja dengan logika berbeda.
Perbedaan mendasar:
Negara tidak meminjam uang yang sudah ada
Negara meminjam uang yang diciptakan sebagai utang
Dan setiap utang selalu membawa riba (bunga)
Di sinilah masalah permanen dimulai.
- Masalah Inti:
Uang Pokok Diciptakan, Bunganya Tidak
Ini bagian paling penting dan paling jarang dijelaskan.
Ketika negara berutang:
Bank menciptakan uang pokok
Tapi tidak menciptakan uang untuk bunganya
Artinya:
Secara matematis, uang untuk membayar bunga tidak pernah cukup di sistem.
Maka:
Untuk membayar bunga lama → harus membuat utang baru
Utang baru → membawa bunga baru
Siklus berulang tanpa akhir
Ini bukan teori,
ini akuntansi dasar sistem perbankan berbasis riba.
- Riba:
Bukan Sekadar Tambahan, Tapi JERAT
Dalam bahasa sederhana:
Riba bukan hanya “tambahan”
Riba adalah mekanisme pengikat
Kenapa?
Karena Pokok bisa dibayar
Tapi bunga selalu menuntut uang ekstra
Dan uang ekstra itu hanya bisa datang dari utang baru
Maka negara:
Tidak pernah benar-benar keluar
Hanya berpindah dari satu utang ke utang lain
- Utang Negara Selalu “Diperpanjang”, Bukan Dilunasi
Istilah halusnya:
- Refinancing
- Roll over
- Restrukturisasi
Bahasa jujurnya:
- Utang lama dibayar dengan utang baru.
Inilah sebabnya:
Negara terlihat “membayar”
Tapi total utang tidak turun
Bahkan sering terus naik
- Siapa yang Diuntungkan dari Sistem Ini?
Jawaban jujur dan netral:
- Bukan rakyat
- Bukan negara
Yang diuntungkan adalah:
- Pemilik modal
- Pemegang obligasi
Institusi yang mendapat bunga tanpa menciptakan nilai riil
Ini disebut:
Pendapatan tanpa produksi (rent-seeking)
- Riba dalam Skala Negara =
Perbudakan Modern
Jika riba pada individu:
Mengikat satu orang
Maka riba pada negara:
Mengikat generasi yang belum lahir
Anak cucu:
Membayar bunga
Atas utang yang tidak pernah mereka setujui
Untuk uang yang sudah lama habis
Inilah definisi perbudakan modern tanpa rantai:
- Tidak terlihat
- Legal
- Terlembaga
Dianggap normal
- Kenapa Negara Tetap Masuk ke Sistem Ini?
Karena alternatifnya tidak mudah dan tidak populer:
- Pajak jujur (rakyat marah)
- Pemangkasan belanja (elit terganggu)
- Produksi riil jangka panjang (lama hasilnya)
Utang berbunga:
- Cepat
- Instan
- Tidak perlu persetujuan rakyat langsung
- Apakah Semua Utang Itu Buruk?
Jawaban dewasa:
- Tidak semua utang buruk
- Tidak semua bunga haram dalam diskursus ekonomi sekuler
Tapi riba sistemik menjadi masalah ketika:
- Utang tidak pernah dimaksudkan lunas
- Bunga menjadi mesin permanen
- Negara kehilangan kedaulatan kebijakan
- Kenapa Riba Dilarang dalam Banyak Peradaban?
Ini penting dan sering diabaikan.
Larangan riba:
- Ada dalam Islam
- Ada dalam Kristen awal
- Ada dalam Yahudi kuno
- Ada dalam filsafat Yunani
Karena mereka memahami satu hal:
Uang tidak boleh melahirkan uang tanpa kerja dan risiko riil.
Ketika uang melahirkan uang:
- Kekayaan terkonsentrasi
- Ketimpangan melebar
- Masyarakat runtuh perlahan
KEBENARAN YANG TIDAK NYAMAN
Negara tidak pernah lunas utang bukan karena rakyat malas,
bukan karena pejabat bodoh semata,
tapi karena sistem riba memang tidak dirancang untuk selesai.
Ia hanya:
- Diputar
- Dipoles
- Dihaluskan bahasanya
Jika utang bisa lunas, sistem ini runtuh.
Karena bunga hidup dari ketergantungan.