Kesepian di tengah keramaian kota
Kota semakin padat. Jalanan penuh, notifikasi tak pernah berhenti, dan media sosial selalu ramai.

Namun anehnya, di tengah semua itu, banyak orang justru merasa sendirian.
Fenomena ini sering dibahas, tapi jarang benar-benar dipahami.

Kesepian hari ini tidak selalu berarti sendirian secara fisik. Banyak orang dikelilingi manusia, namun merasa tidak benar-benar terhubung.

Media sosial memberi ilusi kedekatan. Kita bisa melihat kehidupan orang lain setiap saat, tahu kabar mereka, bahkan memberi reaksi.

Tapi interaksi ini sering berhenti di permukaan. Tidak ada kehadiran emosional yang utuh.
Percakapan menjadi singkat dan terburu-buru.

Mendengar digantikan oleh membalas. Bertemu digantikan oleh mengetik. Akhirnya, hubungan terasa ada, tapi tidak mengikat.

Di dunia nyata pun, banyak orang hadir secara fisik namun pikirannya jauh. Duduk bersama, tapi masing-masing sibuk dengan layar. Diam dalam kebersamaan menjadi hal yang biasa.

Tekanan untuk selalu terlihat baik juga memperparah keadaan. Banyak orang merasa tidak aman menunjukkan sisi lemah. Akhirnya, perasaan dipendam dan kesepian tumbuh perlahan.

Kesepian modern sering kali datang tanpa disadari. Bukan karena tidak ada orang lain, tapi karena tidak ada ruang untuk benar-benar menjadi diri sendiri.

Menariknya, rasa kesepian ini justru sering dialami di tempat paling ramai. Kota besar, lingkungan kerja sibuk, bahkan ruang digital yang penuh interaksi.

Mungkin yang hilang bukan jumlah orang, tapi kualitas kehadiran. Bukan seberapa sering kita terhubung, tapi seberapa dalam kita didengarkan.

By Viral Post

Viral Post adalah media digital independen yang menyajikan informasi,berita,dan isu viral secara akurat dan bertanggung jawab. Kami meyakini bahwa rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi,ber hak untuk mengetahui fakta yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *