Konflik Israel–Gaza berakar pada sengketa wilayah dan identitas yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Ketidakseimbangan kekuatan militer dan perbedaan legitimasi politik menjadikan setiap eskalasi berdampak luas, baik secara regional maupun global.
Serangan dan balasan antara Israel dan kelompok bersenjata di Gaza tidak hanya dipahami sebagai konflik dua pihak.
Negara-negara besar, organisasi internasional, dan opini publik global terlibat secara aktif melalui pernyataan politik, tekanan diplomatik, dan narasi media.
Perang ini menyoroti pergeseran medan konflik ke ranah informasi. Gambar, video, dan laporan dari lapangan menyebar cepat melalui media sosial, membentuk persepsi global dalam hitungan jam. Perang narasi menjadi sama pentingnya dengan operasi militer.
Reaksi dunia terhadap konflik ini memperlihatkan garis-garis geopolitik yang semakin jelas. Dukungan, kecaman, dan posisi netral sering kali mencerminkan kepentingan strategis dan domestik masing-masing negara.