Jambi — Peringatan Hari Internet Aman Sedunia (Safer Internet Day) menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali bahwa ruang digital bukan sekadar sarana komunikasi, tetapi medan strategis yang menentukan kualitas demokrasi, keadaban publik, dan perlindungan masyarakat dari manipulasi informasi.
Dalam konteks tersebut, Sugeng Heriyanto, selaku Wakil Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Provinsi Jambi, menyampaikan ucapan sekaligus seruan moral kepada seluruh elemen bangsa agar menjadikan etika digital sebagai fondasi utama dalam bermedia dan berinternet.
“Selamat Hari Internet Aman Sedunia. Internet harus menjadi ruang yang mencerdaskan, bukan alat pembodohan; menjadi jembatan kebenaran, bukan sarana adu domba dan manipulasi,” ujar Sugeng Heriyanto, Sabtu (7/2).
Sugeng menegaskan bahwa di era arus informasi tanpa batas, ancaman terbesar bukan hanya kejahatan siber, tetapi distorsi kebenaran, hoaks terstruktur, dan penyalahgunaan ruang digital untuk kepentingan sempit yang merugikan masyarakat luas.
Menurutnya, jurnalisme yang bertanggung jawab dan literasi digital publik adalah dua pilar utama untuk menjaga ruang digital tetap sehat. Tanpa keduanya, internet berpotensi menjadi alat dominasi narasi oleh pihak-pihak yang memiliki kekuatan modal dan teknologi.
“Internet aman bukan berarti bebas tanpa batas, tetapi aman karena ada kesadaran etik, tanggung jawab, dan keberpihakan pada kepentingan rakyat. Di sinilah peran pers menjadi sangat krusial,” tegasnya.
Sebagai organisasi wartawan, AWNI Jambi menilai bahwa Hari Internet Aman Sedunia tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan, melainkan sebagai pengingat kolektif bahwa demokrasi modern sangat bergantung pada kualitas informasi yang beredar di ruang digital.
Sugeng juga mengajak pemerintah, platform digital, media massa, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem digital yang adil, transparan, dan berorientasi pada perlindungan publik, khususnya generasi muda yang paling rentan terhadap paparan informasi menyesatkan.
“Ruang digital yang aman adalah prasyarat bagi keadilan sosial dan kebebasan berekspresi yang sehat. Tanpa itu, kebebasan justru berubah menjadi kekacauan,” katanya.
AWNI Provinsi Jambi, lanjut Sugeng, berkomitmen untuk terus mendorong praktik jurnalisme profesional, melawan disinformasi, serta mengedukasi masyarakat agar cerdas dan kritis dalam mengonsumsi informasi digital.
Catatan Redaksi :
Hari Internet Aman Sedunia diperingati secara global sebagai pengingat bahwa kemajuan teknologi informasi harus berjalan seiring dengan etika, literasi, dan tanggung jawab sosial. Di tengah meningkatnya arus informasi digital, peran pers yang independen dan berintegritas menjadi kunci utama menjaga demokrasi dan melindungi kepentingan rakyat.