Peringatan Hari Internasional Penerimaan Dunia menjadi momentum penting bagi umat manusia untuk kembali meneguhkan nilai dasar kehidupan bersama: saling menerima, menghormati perbedaan, dan menjunjung tinggi martabat sesama manusia tanpa kecuali.
Dalam semangat tersebut, Mascik, mewakili Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Provinsi Jambi, menyampaikan ucapan dan pesan moral kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi, agar Hari Internasional Penerimaan Dunia tidak sekadar diperingati secara seremonial, melainkan dimaknai sebagai panggilan nurani bersama.
“Hari Internasional Penerimaan Dunia adalah pengingat bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling meniadakan. Justru dari perbedaan itulah lahir kekuatan, persatuan, dan peradaban yang beradab,” ujar Mascik dalam pernyataannya.
Ia menegaskan bahwa penerimaan terhadap sesama manusia mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari perbedaan agama, budaya, latar belakang sosial, hingga kondisi fisik dan kemampuan. Menurutnya, masyarakat yang besar adalah masyarakat yang mampu merangkul, bukan menyingkirkan; melindungi, bukan menghakimi.
Sebagai bagian dari insan pers, Mascik menekankan bahwa wartawan dan media memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai penerimaan dan toleransi di tengah masyarakat. Media, kata dia, tidak boleh menjadi alat pemecah belah, melainkan jembatan pemahaman yang menyuarakan kemanusiaan, keadilan, dan empati.
“AWNI berkomitmen untuk terus mendorong jurnalisme yang beradab, yang tidak memperkeruh perbedaan, tetapi justru memperkuat persaudaraan dan rasa kemanusiaan. Pers harus berdiri di garda terdepan dalam menjaga nilai toleransi dan kebhinekaan,” tegasnya.
Lebih jauh, Mascik mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Hari Internasional Penerimaan Dunia sebagai refleksi kolektif. Di tengah dunia yang kerap diwarnai konflik, ujaran kebencian, dan diskriminasi, nilai penerimaan menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan sosial dan perdamaian.
“Bangsa yang kuat bukan bangsa yang seragam, tetapi bangsa yang mampu hidup rukun dalam keberagaman. Mari kita rawat Indonesia dengan sikap saling menerima, saling menghormati, dan saling menolong dalam kebaikan,” pungkasnya.
Peringatan Hari Internasional Penerimaan Dunia diharapkan menjadi penguat kesadaran bersama bahwa kemanusiaan adalah titik temu tertinggi, dan penerimaan adalah jalan menuju dunia yang lebih adil, damai, dan bermartabat.