“Ketika yang kuat menentukan harga, yang lemah menyesuaikan.”
UMKM sering dituduh mahal. Namun jarang dibahas bahwa mereka tidak punya kebebasan harga.
Di satu sisi, daya beli rakyat menekan. Di sisi lain, pemain besar menjual murah dengan skala besar.
Ketika bahan baku naik, UMKM menanggung sendiri. Mereka tidak bisa serta-merta menaikkan harga. Margin tipis menjadi semakin tipis, hingga nyaris tak terasa.
Harga dalam ekonomi rakyat bukan mekanisme netral. Ia adalah hasil relasi kuasa yang timpang.
Selama UMKM selalu berada di ujung tekanan, keadilan harga hanyalah slogan.