Filosofi Hidup Presiden Prabowo Subianto: Jika Tak Bisa Membantu, Jangan Menyusahkan Orang Lain

VIRAL POST – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan filosofi hidup sederhana yang selama ini ia pegang: membantu orang lain sesuai kemampuan dan tidak menyusahkan sesama.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat acara “Presiden Prabowo Menjawab” bersama sejumlah jurnalis senior dan pengamat yang digelar di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (17/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan bahwa membantu sesama tidak selalu harus dilakukan dalam skala besar. Menurutnya, bantuan dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan dengan tulus.
“Kalau satu orang pun anda tidak bisa bantu, jangan bikin susah orang lain. That’s my philosophy. Saya ajarin semua itu. Kalau kamu lihat ada orang sulit, berhenti, apa yang kau bisa bantu. Jadi itu jawaban saya,” ujar Prabowo.

Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki peran untuk menolong sesama, selama dilakukan sesuai kemampuan masing-masing.
Selain berbicara soal nilai kemanusiaan, Prabowo juga menyinggung sikapnya terhadap kritik publik. Ia menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik, selama disampaikan dengan dasar yang jelas dan tidak dilandasi kebencian.
Menurutnya, kritik yang konstruktif justru dapat menjadi bahan evaluasi bagi dirinya sebagai pemimpin.

“Saya terbuka terhadap kritik. Kalau kritik itu ada dasarnya, tentu saya dengarkan. Tapi kalau hanya kebencian tanpa manfaat, ya saya tinggalkan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut dipublikasikan oleh Kumparan pada 20 Maret 2026 pukul 12.07 WIB.
Filosofi yang disampaikan Prabowo tersebut dinilai mencerminkan pandangan sederhana tentang kepemimpinan dan tanggung jawab sosial: bahwa setiap individu memiliki kewajiban moral untuk setidaknya tidak menambah kesulitan bagi orang lain.

Viral Post

Viral Post adalah media digital independen yang menyajikan informasi,berita,dan isu viral secara akurat dan bertanggung jawab. Kami meyakini bahwa rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi,ber hak untuk mengetahui fakta yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *