Dalam setiap krisis ekonomi, UMKM selalu menjadi sektor yang paling cepat diminta beradaptasi.
Ketika industri besar melakukan efisiensi dan PHK, UMKM dipromosikan sebagai solusi penyerapan tenaga kerja.
Namun jarang dibahas bahwa peran ini menempatkan UMKM sebagai peredam sosial, bukan sebagai aktor ekonomi yang benar-benar dilindungi.
Struktur ekonomi Indonesia tidak pernah sepenuhnya netral. Kebijakan makro lebih sering dirancang untuk menjaga stabilitas investasi dan pertumbuhan, bukan stabilitas ekonomi rumah tangga rakyat kecil.
UMKM kemudian berfungsi sebagai bantalan: menyerap guncangan tanpa diberi peredam.
Ini menjelaskan mengapa UMKM selalu “dibutuhkan” tetapi jarang “dikuatkan”. Mereka dipuji saat krisis, tetapi kembali terpinggirkan saat ekonomi dianggap normal.