Setiap tahun anggaran negara triliunan rupiah dibahas dan disahkan, tetapi hasilnya jarang terasa langsung oleh rakyat.
Masalahnya bukan semata pada jumlah uang, melainkan pada kejujuran sistem dalam mengelolanya.
Banyak kebijakan terlihat pro rakyat di permukaan, tetapi bocor di pelaksanaan.
Data ditampilkan optimistis, sementara realitas hidup makin berat. Ketika masalah muncul, rakyat diminta bersabar dan berkorban, tetapi kegagalan struktural jarang diakui.
Ketidakjujuran ini bukan selalu dalam bentuk kejahatan terang-terangan, melainkan pembenaran yang terus diulang sampai dianggap wajar.
Selama sistem lebih sibuk menjaga citra daripada mengoreksi arah, uang sebesar apa pun tidak akan berubah menjadi kesejahteraan nyata.