SHOSHANA ZUBOFF
Perempuan yang Membongkar Kapitalisme Pengawasan sebelum Dunia Sadar Diawasi
- POSISI ZUBOFF:
BUKAN AKTIVIS, TAPI PENENTU BAHASA
Shoshana Zuboff bukan whistleblower, bukan jurnalis investigasi, dan bukan oposisi politik.
Ia adalah:
Profesor Harvard Business School
Akademisi teknologi & organisasi
Orang pertama yang memberi NAMA pada sistem yang kini kita hidupi
Jika:
William Binney = arsitek teknis
Edward Snowden = pembawa bukti
Julian Assange = medan konflik
Maka:
Zuboff adalah orang yang membuat dunia sadar: “oh, ini SISTEM.”
Tanpa istilah, tidak ada perlawanan.
Tanpa bahasa, tidak ada kesadaran.
- ISTILAH MEMATIKAN:
SURVEILLANCE CAPITALISM
Zuboff memperkenalkan istilah Surveillance Capitalism (±2014, matang 2019).
Definisi intinya:
Sistem ekonomi baru yang mengekstraksi pengalaman manusia sebagai bahan mentah gratis untuk prediksi dan modifikasi perilaku.
Ini bukan iklan digital.
Ini bukan sekadar pelacakan.
Ini adalah:
Pengambilan data perilaku tanpa persetujuan sadar
Pemodelan psikologis masif
Intervensi terhadap pilihan manusia
Manusia bukan lagi konsumen.
Manusia adalah tambang data.
- TITIK AWAL:
GOOGLE & “DOSEN YANG TIDAK DIUNDANG”
Zuboff menelusuri asal-usulnya ke awal 2000-an.
Google:
Mengumpulkan data pencarian
Awalnya untuk meningkatkan layanan
Lalu menyadari: data ini bisa dijual sebagai prediksi perilaku
Lahirlah konsep: Behavioral Surplus
Artinya:
Data lebih yang tidak dibutuhkan pengguna
Tidak disadari pengguna
Tidak diberi kompensasi
Ini perampasan sepihak, bukan pertukaran pasar.
- DARI PREDIKSI MENUJU KONTROL
Menurut Zuboff, sistem ini berevolusi:
Data dikumpulkan
Pola perilaku dianalisis
Prediksi dibuat
Lingkungan dimodifikasi
Contoh nyata:
Algoritma feed
Ranking konten
Notifikasi berbasis emosi
Micro-targeting politik
Tujuan akhirnya:
Bukan memprediksi apa yang kamu lakukan,
tapi meningkatkan kemungkinan kamu melakukan apa yang mereka inginkan.
Ini disebut:
Instrumentarian Power
Kekuasaan tanpa kekerasan.
- ALIANSI SENYAP: BIG TECH + NEGARA
Zuboff menolak narasi: “Big Tech vs pemerintah”
Faktanya:
Big Tech = infrastruktur
Negara = legitimasi hukum
Titik temu mereka:
Data warga
AI prediktif
Keamanan & stabilitas
Contoh:
Data ponsel untuk penegakan hukum
Platform untuk kontra-narasi
AI untuk predictive policing
Negara dan korporasi bertemu di data, bukan di ideologi.
- MENGAPA ZUBOFF BERBAHAYA BAGI SISTEM
Karena Zuboff:
Tidak radikal
Tidak anti-negara
Tidak bisa dipatahkan secara teknis
Ia menyerang:
Legitimasi moral kapitalisme digital itu sendiri.
Itu sebabnya:
Media sering mengutipnya setengah-setengah
Akademisi lain berhenti di ringkasan
Kritiknya jarang dibawa sampai konsekuensi politik
- MENUJU 2026:
NORMALISASI PENGAWASAN
Zuboff memperingatkan masa depan yang tidak terasa seperti distopia, tapi normal:
Smart city
Wearable biometric
Digital ID
AI governance
IoT di rumah & kota
Jika digabung:
Kapitalisme pengawasan → teknokrasi tanpa kudeta.
Tidak ada tank.
Tidak ada darurat militer.
Hanya “kenyamanan” dan “efisiensi”.
- KRITIK TERHADAP ZUBOFF
Sebagian kritik menyebut:
Terlalu fokus Big Tech
Kurang menyorot intelijen & militer
Namun justru ini poin terkuatnya:
Sistem ini bisa hidup di negara demokrasi, tanpa rezim otoriter.
Artinya: Masalahnya bukan ideologi, tapi arsitektur kekuasaan.
- HUBUNGAN DENGAN TOKOH LAIN
Binney membangun mesin
Snowden membuktikan keberadaannya
Assange memicu konflik global
Zuboff menjelaskan MENGAPA mesin itu tidak pernah dimatikan
Ia bukan pahlawan jalanan.
Ia perusak ilusi.
Shoshana Zuboff menunjukkan bahwa:
Ancaman terbesar bukan sensor langsung
Tapi normalisasi pengawasan yang diterima sukarela
Jika kita menyerahkan:
Data
Perilaku
Pilihan
Maka:
Kita tidak kehilangan kebebasan secara paksa,
tapi menyerahkannya perlahan, sambil merasa nyaman.