Agustus 28, 2026

PT Berdikari dan Koperasi LPER Teken MoU 5.000 Ton SBM, BUMN Perkuat Ekosistem Peternakan Rakyat

0
IMG-20260828-WA0050

Viral Post — Penyaluran perdana 5.000 ton Soybean Meal (SBM) ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Berdikari dan Koperasi Produsen LPER di Jakarta pada 18 Agustus 2026.

Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Perunggasan Nasional di Surabaya dan diarahkan untuk membantu menekan biaya pakan yang selama ini menjadi salah satu beban terbesar dalam produksi peternakan ayam rakyat.

Direktur Operasional PT Berdikari, Agung Aulia, menegaskan bahwa kolaborasi tersebut tidak sekadar berkaitan dengan pengadaan bahan baku, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola ekosistem peternakan ayam ras yang lebih terintegrasi dan berkeadilan.

Pemerintah bersama PT Berdikari menggunakan skema konsolidasi melalui koperasi untuk memperkuat posisi tawar peternak rakyat sekaligus membuat rantai pasok bahan baku pakan lebih efisien.

Sekitar 70 Persen Biaya Produksi Terserap untuk Pakan

Koperasi LPER saat ini menaungi 5.012 peternak ayam layer dan broiler mandiri yang tersebar di 17 provinsi. Total populasi ayam ras yang berada dalam ekosistem tersebut mencapai sekitar 25 juta ekor.

Ketua Umum Koperasi LPER, H. Mulyadi Atma, menyebut kebutuhan pakan selama ini menyerap sekitar 70 persen dari biaya produksi peternakan.

“Ini bukti nyata negara tidak meninggalkan peternak rakyat. Dengan SBM 5.000 ton di awal ini, kami optimistis harga pokok produksi telur dan ayam bisa ditekan dan peternak bisa bangkit kembali,” ujar Mulyadi.

Ketersediaan SBM dengan mekanisme pengadaan yang lebih terkoordinasi diharapkan dapat membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan pasokan yang lebih terukur.

Koperasi Jadi Pusat Konsolidasi Peternak

Direktur Pakan Kementerian Pertanian, Tri Melasari, menjelaskan bahwa pengadaan kolektif melalui koperasi dapat membuat kebutuhan bahan baku lebih terencana sekaligus mengurangi inefisiensi dalam rantai pasok.

Dalam skema tersebut, Koperasi LPER berperan sebagai pusat konsolidasi kebutuhan dan distribusi SBM kepada para anggota peternak.

PT Berdikari juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pemenuhan bahan baku pakan sekaligus menjalankan peran sebagai off-taker dalam pengembangan ekosistem peternakan yang terintegrasi.

“Kami berkomitmen mengawali dari 5.000 ton ini. Target kami adalah membangun ekosistem peternakan ayam ras yang terintegrasi dan berkeadilan,” kata Direktur Utama PT Berdikari.

Kuota SBM 30.000 Ton

Selain penyaluran perdana sebesar 5.000 ton, PT Berdikari menyediakan kuota SBM hingga 30.000 ton. Sisa kuota tersebut sedang dalam proses pengajuan oleh sejumlah koperasi peternak lainnya di berbagai daerah.

Pola sinergi antara pemerintah sebagai fasilitator, BUMN sebagai penyedia pasokan, dan koperasi sebagai konsolidator diharapkan dapat memberikan kepastian usaha yang lebih berkelanjutan bagi peternak rakyat.

Dengan rantai pasok yang lebih terkoordinasi, peternak diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada mata rantai perdagangan yang panjang, memperoleh bahan baku pakan secara lebih efisien, serta meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan ayam rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *