Agustus 28, 2026

Presiden Prabowo Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN dan Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur URI

0
IMG-20260722-WA0063

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) serta Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam memperkuat kelembagaan yang berkaitan dengan program prioritas nasional, khususnya pembangunan sektor gizi dan pengembangan sumber daya manusia.

Sudaryono dilantik sebagai Kepala BGN berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional. Posisi tersebut menempatkannya sebagai pimpinan lembaga yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah di bidang gizi nasional.

BGN menjadi salah satu institusi strategis dalam pelaksanaan program peningkatan kualitas gizi masyarakat, termasuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam menjalankan mandat tersebut, penguatan tata kelola, pengawasan, akuntabilitas anggaran, serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dalam kesempatan setelah pelantikan, Sudaryono menyampaikan komitmennya untuk memperkuat tata kelola BGN dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan sistem kerja yang terukur. Pengelolaan anggaran secara bertanggung jawab juga menjadi perhatian penting agar setiap program yang dijalankan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo melantik Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur URI dan Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI. Pengangkatan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.

URI diproyeksikan menjadi bagian dari ekosistem pengembangan sumber daya manusia nasional. Kehadiran institusi tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan dan pembentukan kepemimpinan yang memiliki kompetensi, karakter, serta integritas dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional.

Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, penguatan pendidikan tinggi menjadi salah satu aspek yang dinilai penting untuk mendukung agenda transformasi nasional. Pengembangan institusi pendidikan juga diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah serta penguatan kapasitas aparatur dan sumber daya manusia di berbagai sektor.

Pelantikan di Istana Negara tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan anggota Kabinet Merah Putih. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan pentingnya agenda penguatan kelembagaan pemerintah di bidang gizi dan pembangunan sumber daya manusia.

Bagi BGN, tantangan ke depan tidak ringan. Pelaksanaan program gizi nasional membutuhkan koordinasi yang kuat, sistem pengawasan yang efektif, serta kemampuan memastikan program menjangkau kelompok masyarakat yang menjadi sasaran. Selain itu, tata kelola anggaran yang transparan dan akuntabel menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Sementara itu, URI menghadapi tantangan untuk membangun sistem pendidikan dan tata kelola kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan Indonesia di masa depan. Sebagai institusi yang baru dikembangkan, proses penyusunan sistem akademik, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan reputasi pendidikan akan menjadi bagian penting dalam perjalanan lembaga tersebut.

Dengan pelantikan pimpinan baru di kedua institusi, pemerintah berharap penguatan sektor gizi dan pembangunan sumber daya manusia dapat berjalan secara berkelanjutan. Keberhasilan pelaksanaan mandat tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh kualitas tata kelola, integritas kepemimpinan, koordinasi antarlembaga, serta kemampuan menerjemahkan kebijakan menjadi program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pelantikan ini sekaligus menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi Sudaryono, Donny Ermawan Taufanto, dan Yos Sunitiyoso dalam menjalankan amanah masing-masing. Publik selanjutnya akan menantikan kinerja dan capaian konkret kedua lembaga tersebut dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *