Dari “Bawah Meja” hingga “Mejanya Sekalian”: Evolusi Korupsi di Indonesia
VIRAL POST – Korupsi di Indonesia tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya berubah wajah, menyesuaikan zaman, dan menemukan cara baru untuk bertahan.
Pada era Orde Lama, praktik korupsi cenderung dilakukan secara tersembunyi. Ada semacam kesadaran atau setidaknya rasa takut ,bahwa tindakan tersebut salah. Transaksi berlangsung “di bawah meja”, dijaga rapat agar tidak terendus publik.
Memasuki Orde Baru, pola itu berubah. Korupsi menjadi lebih sistematis dan terstruktur. Ia tidak lagi sekadar penyimpangan individu, melainkan mulai terintegrasi dalam mekanisme kekuasaan. Istilah “di atas meja” menjadi metafora yang menggambarkan bagaimana praktik tersebut berlangsung lebih terbuka, bahkan seolah menjadi bagian dari sistem yang berjalan.
Namun ironi justru mencapai puncaknya di era Reformasi. Kritik publik berkembang menjadi satire tajam: bukan hanya “uang di bawah meja” atau “di atas meja”, tetapi “mejanya sekalian dikorupsi”. Ungkapan ini mencerminkan kondisi di mana bukan hanya pelaku yang bermasalah, melainkan juga sistem yang seharusnya menjadi penjaga aturan ikut mengalami kerusakan.
Korupsi tidak lagi berdiri sebagai tindakan individual. Ia telah meresap ke dalam struktur ,mengaburkan batas antara penyimpangan dan kebiasaan, antara pelanggaran dan praktik yang dianggap lumrah.
Perjalanan ini menunjukkan satu hal penting: perubahan politik tidak otomatis melahirkan perubahan moral. Reformasi sistem tidak selalu diikuti reformasi integritas. Korupsi, dalam banyak kasus, justru beradaptasi lebih cepat daripada upaya pemberantasannya.
Pada akhirnya, persoalan korupsi bukan hanya tentang siapa pelakunya, tetapi tentang bagaimana sistem memberi ruang. Selama celah itu tetap terbuka, selama pengawasan lemah dan integritas tidak menjadi fondasi, maka pergantian zaman hanya akan mengubah cara ,bukan menghapus praktiknya.
Dan mungkin, pertanyaan paling jujur yang harus kita jawab hari ini bukan lagi apakah korupsi masih ada, tetapi: seberapa dalam ia sudah menjadi bagian dari sistem yang kita jalankan.
